Pertemuan adalah gerbang menuju perpisahan. (Wira Nagara)
Sepi, detik pada jam dindingpun seakan mengerti bahwa hidup ini akan terus melaju bahkan tanpa bertanya kabar kita pada hari ini. Aku mulai menyadari bahwa hidup akan terus berjalan, bertemu dengan pengalaman baru, tempat baru dan orang-orang baru.
Aku siap menghadapi itu semua, tetapi terkadang aku rindu pada beberapa orang yang dulu pernah sangat dekat bahkan sudah kuanggap sebagai saudaraku.
Sekarang satu persatu dari mereka pergi, ada yang diluar kota, merantau ke pulau lain bahkan ada yang beda negara. Aku bahagia karena akhirnya mereka meraih apa yang mereka cita-citakan, tapi aku juga sedih mengingat bahwa mereka tidak akan bersamaku, mereka telah pergi terpisah jarak yang cukup jauh denganku.
Kadang aku berfikir, tidak apa mereka disana, yang terpenting kabar mereka baik-baik saja. Aku teringat sebuah buku "Destilasi Alkena" karya Wira Nagara ,yang salah satu kalimatnya mengena di hati "Setabah apapun kamu, pertemuan adalah gerbang menuju perpisahan. Terima saja, bahagia ada untuk menjemput kesedihan."
Kita tidak mungkin meminta kepada Tuhan untuk terus membuat hidup bahagia, dan lebih tidak mungkin lagi untuk menolak derita. Kita juga tidak bisa meminta orang lain untuk terus didekat kita, karena setiap orang memiliki harapan, dan tujuan hidup yang berbeda.
Sementara aku?, aku akan tetap disini dan melanjutkan hidupku. Menyusun cerita demi cerita hingga menjadi naskah yang akan aku ceritakan kepada kalian jika suatu saat bertemu. Salam rindu untuk kalian, sahabatku.
Komentar
Posting Komentar