Langsung ke konten utama

Kisah Inspiratif : Sebuah Kotak Sepatu

Assalamu'alaikum wr.wb.
Pernikahan adalah salah satu nikmat yang Allah berikan kepada hamba-hambaNya, dengan menikah kita akan memperoleh kasih sayang. Ada yang selalu siap membagi kebahagiaannya dengan kita, sehingga hidup kita terasa lebih bahagia. Selain itu, bagi kita seorang muslimah juga lebih mudah untuk meraih surganya Allah, Sesuai pesan Rasulullah SAW:

" Apabila seorang wanita telah menngerjakan sholat lima waktu, berpuasa pada bulan Ramadhan, menjaga syahwatnya dan menaati suaminya maka akan dikatakan kepadanya, 'Masuklah dari pintu surga yanng mana saja yang kau kehendaki."(HR.Ahmad dan Ibnu Hibban)

Terkait hadits diatas, ada sebuah kisah inspiratif, kisah ini saya ambil dari Buku Arasy Cinta Karya Arif Rahman Lubis. Dalam kehidupan  berumah tangga, sebuah amarah kecil saja bisa menjadi bom waktu yang mengerikan . Namun tidak bagi pasangan yang sudah 60 tahun bersama ini.

Suami-istri ini selalu mesra, romantis, saling menjaga dan menyayangi satu sama lain. Tak ada rahasia apapun yang mereka sembunyikan, kecuali sebuah kotak sepatu yang disimpan oleh sang istri di atas lemari pakaian. Ia selalu memperingatkan suaminya agar tak menyentuhnya.
Suaminya tak pernah melanggar aturan tersebut, hingga suatu hari sang istri jatuh sakit. Sakit keras yang menurut dokter tak bisa disembuhkan. Maka setelah mempertimbangkan segalanya, sang suami mengambil kotak itudan membawanya ke sisi sang istri.
Istrinyapun setuju bahwa ini memang sudah waktunya membuka kotak sepatu tersebut. Alangkah terkejutnya sang suami saat menemukan uang sebanyak $10.000 atau sekitar Rp120 juta. Lembaran uang kertas tersebut diikat gendut-gendut dengan karet dan didalamnya juga ada 2 boneka rajut.

" Dari mana ini sayang?" tanya suaminya.
"Saat awal-awal aku menikah denganmu", ujar sang istri , " Nenekku menceritakan rahasia sebuah pernikahan yang bahagia. Rahasia itu ditujukan agar aku tak bertengkar denganmu. Rahasia itu adalah aku harus mengendalikan marah.."

Sang istri lantas menceritakan bagaimana ia mengendalikan marah setiap kali suaminya keras kepala atau terlihat menyebalkan.           "Nenekku bilang kalau aku sudah mulai marah padamu, sebaiknya aku merajut boneka," tuturnya.

Mendengar hal itu suaminya menjadi mengerti.

Ia melihat ada dua boneka rajut yang manis disitu. Ia sangat terharu karena istrinya sangat sabar. Dalam 60 tahun pernikahan , ia hanya marah dua kali saja. Tapi, ia masih penasaran dengan uang sebanyak itu. "Sayang, tapi darimana uang sebanyak ini? kau menabung uang belanja kita?" tanya suaminya.
" Oh, itu..." kata sang istri.  "Uang itu kudapatkan dari menjual boneka-boneka hasil jahitanku," jawabnya.

Kisah ini begitu menginspirasi bagi saya. Karena tidak mudah bagi kita semua untuk mengendalikan emosi ketika sedang marah. Bahkan bisa saja kita mengeluarkan kata-kata yang kasar yang bisa menyebabkan pasangan kita sakit hati. Melalui kisah ini kita bisa mengambil hikmah bahwa kita harus sabar kepada siapa saja, termasuk pasangan kita. Terkait hal ini ,Syaikh Saleh bin Ahmad Al-Ghazali menyatakan bahwa sabar merupakan satu dari beberapa sifat terpenting yang didambakan suami dari istrinya. Sifat terpenting lainnya adalah cerdas dan sederhana.

Kecerdasan akan memungkinkan sang istri  melihat sebuah permasalahan dengan gambaran sebenarnya. Kesabaran akan memudahkannya pada waktu sempit dan sulit . Sementara kesederhanaan akan membuat kehidupan rumah tangga berjalan tenang, tertib dan nyaman. Tetapi , lanjut Syaikh Saleh bin Ahmad Al-Ghozali , sebelum dan sessudah semuanya , agama akan menjadikan dirinya takut kepada murka Allah.
Semoga kita senantiasa dilindungi oleh Allah dari sifat marah dan  menjadi wanita penghuni surga. Amiin Ya Robbal alamin.

Wassalamua'alaikum wr.wb.


Sumber: Arif Rahman Lubis.Arasy Cinta. Ciganjur: Qultum Media.2017.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pembawa Acara Kajian

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bismillahirrohmanirrohim, alhamdulillahirobbilalamin.Robbissrohli shodri wayassirli amri wahlulu uqdatam millisani yafqohu qouli.  Selamat sore Bapak, Ibu warga perumahan Tirto Penataran Asri  yang saya hormati. Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya sehingga kita dapat berkumpul bersama dalam rangka Siraman rohani dan buka bersama.  Tidak lupa sholawat dan salam kita haturkan kepada junjungan kita nabi Agung Muhammad Saw.yang kita harapkan syafaatnya di yaumul qiyamah kelak. Amiin  Pada sore yang berbahagia ini, izinkan saya menyampaikan penghormatan dan ucapan terima kasih kepada: Yang Terhormat Bapak alim Ulama'  Yang saya hormati Para Tokoh Masyarakat dan Tokoh Pemuda Serta seluruh warga muslim/muslimah  perumahan Tirto Penataran Asri yang berkenan hadir Saya, Rino Wiraguna Rahman, akan memandu jalannya acara malam ini. Izinkan saya menyampaikan susunan acara malam tirakat...

Roti Bakar Mas Farel

Beberapa hari ini saya penasaran dengan gerobak roti bakar yang baru buka diperempatan desa sebelah. Sebagai pecinta kuliner dan jajanan saya sempatkan diri untuk mampir dan membelinya.  Ketika motor berhenti, saya disambut seorang wanita yang saya kira adalah penjual.  Wanita tersebut bertanya, "Mbak ngersakne ingkang varian nopo?"  Sejenak saya memperhatikan menu-menu roti bakar, lalu kembali bertanya "menawi original isine nopo nggih Bu?" "Ingkang original susu mbak".  Ketika hendak bertanya lagi wanita tersebut berjalan ke belakang dan memanggil seseorang. Ternyata ibu tersebut memanggil anaknya yang masih remaja untuk melayani pembeli.  Dalam hati saya kaget, kok anak kecil disuruh melayani pelanggan.  Saya masih tidak percaya kalau yang melayani saya adalah seorang anak remaja. Akhirnya saya putuskan untuk mencari jawaban dari rasa penasaran saya.  "Mas, yang jualan sampean?"  "Iya Mbak, saya yang jualan"  "Saya kira ibunya s...

Stay Here

Pertemuan adalah gerbang menuju perpisahan. (Wira Nagara) Sepi, detik pada jam dindingpun seakan mengerti bahwa hidup ini akan terus melaju bahkan tanpa bertanya kabar kita pada hari ini. Aku mulai menyadari bahwa hidup akan terus berjalan, bertemu dengan pengalaman baru, tempat baru dan orang-orang baru.  Aku siap menghadapi itu semua, tetapi terkadang aku rindu pada beberapa orang yang dulu pernah sangat dekat bahkan sudah kuanggap sebagai saudaraku.  Sekarang  satu persatu dari mereka pergi, ada yang diluar kota, merantau ke pulau lain bahkan ada yang beda negara. Aku bahagia karena akhirnya mereka meraih apa yang mereka cita-citakan, tapi aku juga sedih mengingat bahwa mereka tidak akan bersamaku, mereka telah pergi terpisah jarak yang cukup jauh denganku. Kadang aku berfikir, tidak apa mereka disana, yang terpenting kabar mereka baik-baik saja. Aku teringat sebuah buku "Destilasi Alkena" karya Wira Nagara ,yang salah satu kalimatnya mengena di hati  "Setabah apa...