Langsung ke konten utama

Kegiatan Positif di tengah Pandemi Corona


Langon, 12 April 2020
Assalamualaikum wr.wb.
Nama saya Muhammad Rifqi faqihadin, saya tinggal di desa Langon, Kecamatan Ponggok , Kabupaten Blitar. Status saya adalah  seorang santri, umur saya 17 tahun, kelas 1 SMA di PonPes Ta’limiyah wa Tahfidz Al-Qur’an “Dzikrul Qur’an” Dawuhan Kota  Blitar . Saya mondok belum terlalu lama kurang lebih 8 bulan, namun karena saya sering sakit, menyebabkan beberapa kali saya menginap dirumah sakit. Sehingga ketika kembali ke pondok, saya kurang maksimal dalam mengikuti pelajaran sekolah, madin ataupun hafalan Al-Qur’an. Walaupun begitu, dengan adanya dukungan yang baik dari teman-teman , serta ustadz atau ustadzah maka saya tetap semangat.
Mengapa saya tetap semangat? Karena menurut saya hidup itu wajib untuk terus berjuang. Berjuang untuk apa? Saya berjuang untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan mengharapkan hidup yang barokah baik didunia maupun akhirat kelak. Niat saya setelah sembuh dari sakit kali ini, saya kembali kepondok dan tetap semangat mengikuti kegiatan di pondok seperti biasa. Namun Allah berkehendak lain, selain ada kendala pribadi ada juga kendala yang bersifat umum yaitu dengan adanya virus corona (covid -19) yang mulai menyebar di masyarakat kita. Virus corona ini tidak terlihat oleh mata namun sangat cepat penularannya. Mengingat penyebaran yang begitu memprihatinkan, pemerintah menghimbau para santri dipulangkan ke rumah masing-masing, tetapi santri tetap belajar dan mendapat tugas dari pondok via online.
Ada banyak kegiatan saya selama di rumah yaitu menjadi muadzin di Musholla Shohibul Ngali. Musholla ini merupakan peninggalan kakek buyut saya. Jadi ketika tiba waktu sholat fardhu, saya bergegas pergi ke musholla untuk adzan, kadang saya juga jadi imam kalau ayah saya berhalangan hadir. Selain itu setiap selesai sholat saya mengaji bersama ibu, dan bersama ayah atau nenek. Adapun kegiatan saya yang lain, yaitu membantu orang tua saya mengerjakan pekerjaan rumah, seperti menyapu, mencuci baju, menyetrika, merapikan tempat tidur dls. Saya merasa sangat senang, dapat membantu orang tua selama dirumah.
Ternyata, dengan adanya virus corona ini tidak hanya membawa dampak negatif saja, namun juga membawa dampak positif bagi manusia pada umumnya dan bagi keluarga saya khususnya. Contohnya dampak positif bagi umat manusia adalah banyak orang muslim semakin beriman, banyak orang non muslim menjadi muslim, banyak orang yang selalu bekerja lembur sekarang lebih memperhatikan keluarganya, serta masayarakat tidak sembarangan dalam menjaga kebersihan. Dampak positif adanya logdown bagi keluarga saya, yang semula ayah saya mengajar dari pagi hingga siang, lanjut merawat tanaman kebun jambu hingga sore. Sekarang lebih banyak meluangkan waktu bersama keluarga saya tercinta. Bahkan mengikuti sholat berjamaah di musholla dan menyimak saya ketika mengaji Al-qur’an.
Pelajaran yang bisa saya ambil dengan adanya virus corona yaitu saya bisa lebih bersyukur karena masih mendapatkan nikmat kesehatan, nikmat keselamatan dan nikmat umur yang bermanfaat. Sehingga bisa beribadah dengan hati yang senang, tenang dan istiqomah. Demikian cerita singkat dari saya, semoga bermanfaat bagi semua pembaca . Terima kasih. Semoga Allah senantiasa melindungi kita semua. Jangan lupa dirumah aja ya teman-teman.
Wassalamualaikum wr.wb.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pembawa Acara Kajian

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bismillahirrohmanirrohim, alhamdulillahirobbilalamin.Robbissrohli shodri wayassirli amri wahlulu uqdatam millisani yafqohu qouli.  Selamat sore Bapak, Ibu warga perumahan Tirto Penataran Asri  yang saya hormati. Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya sehingga kita dapat berkumpul bersama dalam rangka Siraman rohani dan buka bersama.  Tidak lupa sholawat dan salam kita haturkan kepada junjungan kita nabi Agung Muhammad Saw.yang kita harapkan syafaatnya di yaumul qiyamah kelak. Amiin  Pada sore yang berbahagia ini, izinkan saya menyampaikan penghormatan dan ucapan terima kasih kepada: Yang Terhormat Bapak alim Ulama'  Yang saya hormati Para Tokoh Masyarakat dan Tokoh Pemuda Serta seluruh warga muslim/muslimah  perumahan Tirto Penataran Asri yang berkenan hadir Saya, Rino Wiraguna Rahman, akan memandu jalannya acara malam ini. Izinkan saya menyampaikan susunan acara malam tirakat...

Roti Bakar Mas Farel

Beberapa hari ini saya penasaran dengan gerobak roti bakar yang baru buka diperempatan desa sebelah. Sebagai pecinta kuliner dan jajanan saya sempatkan diri untuk mampir dan membelinya.  Ketika motor berhenti, saya disambut seorang wanita yang saya kira adalah penjual.  Wanita tersebut bertanya, "Mbak ngersakne ingkang varian nopo?"  Sejenak saya memperhatikan menu-menu roti bakar, lalu kembali bertanya "menawi original isine nopo nggih Bu?" "Ingkang original susu mbak".  Ketika hendak bertanya lagi wanita tersebut berjalan ke belakang dan memanggil seseorang. Ternyata ibu tersebut memanggil anaknya yang masih remaja untuk melayani pembeli.  Dalam hati saya kaget, kok anak kecil disuruh melayani pelanggan.  Saya masih tidak percaya kalau yang melayani saya adalah seorang anak remaja. Akhirnya saya putuskan untuk mencari jawaban dari rasa penasaran saya.  "Mas, yang jualan sampean?"  "Iya Mbak, saya yang jualan"  "Saya kira ibunya s...

Stay Here

Pertemuan adalah gerbang menuju perpisahan. (Wira Nagara) Sepi, detik pada jam dindingpun seakan mengerti bahwa hidup ini akan terus melaju bahkan tanpa bertanya kabar kita pada hari ini. Aku mulai menyadari bahwa hidup akan terus berjalan, bertemu dengan pengalaman baru, tempat baru dan orang-orang baru.  Aku siap menghadapi itu semua, tetapi terkadang aku rindu pada beberapa orang yang dulu pernah sangat dekat bahkan sudah kuanggap sebagai saudaraku.  Sekarang  satu persatu dari mereka pergi, ada yang diluar kota, merantau ke pulau lain bahkan ada yang beda negara. Aku bahagia karena akhirnya mereka meraih apa yang mereka cita-citakan, tapi aku juga sedih mengingat bahwa mereka tidak akan bersamaku, mereka telah pergi terpisah jarak yang cukup jauh denganku. Kadang aku berfikir, tidak apa mereka disana, yang terpenting kabar mereka baik-baik saja. Aku teringat sebuah buku "Destilasi Alkena" karya Wira Nagara ,yang salah satu kalimatnya mengena di hati  "Setabah apa...