Sore ini ketika saya bersantai bersama keluarga, dikamar kami ada nyamuk. Kebetulan kami mempunyai alat untuk membunuh nyamuk. Nyamuk memang menjadi pengganggu, apalagi jika menghisab darah dan menyebabkan gatal di bagian kulit.
Saya pikir karena terkena alat pembunuh tadi nyamuk tersebut sudah mati, tapi ternyata nyamuk tersebut masih hidup. Ketika saya pukul, nyamuk tersebut berhasil menghindar dan terbang.
Beberapa saat saya mengamati nyamuk tersebut yang hinggap didinding atas kelambu kamar. Tak berapa lama nyamuk tersebut jatuh, kemungkinan karena tenaganya sudah berkurang karena terkena alat pembunuh.
Saya kira nyamuk itu menyerah namun nyatanya nyamuk itu berusaha terbang dan hinggap didinding lagi. Jika saya hitung jatuh bangunnya kurang lebih hingga 5 kali. Sampai pada akhirnya nyamuk tersebut bisa terbang lagi dan keluar dari kamar.
Dari sang nyamuk kita dapat mengambil pelajaran. Apabila nyamuk saja tetap berusaha terbang meskipun sudah lemah dan terkena serangan, seharusnya manusia yang jauh lebih sempurna (berakal) tidak cepat putus asa dan selalu berkhusnudzon dalam hidupnya. Tentu sebelum kita pasrahkan takdir kita, alangkah lebih baiknya jika kita berusaha sekuat tenaga,lalu berdoa dan hasilnya baru kita serahkan pada Allah Swt.
Kita sebagai umat muslim tidak boleh menggantungkan hidup kita pada orang lain atau bahkan mengharapkan uluran tangan orang lain. Ingat sebaik-baik penolong adalah diri kita sendiri.
Komentar
Posting Komentar