Langsung ke konten utama

Kisah Inspiratif : Nyamuk Sang Pejuang

Sore ini ketika saya bersantai bersama keluarga, dikamar kami ada nyamuk. Kebetulan kami mempunyai alat untuk membunuh nyamuk. Nyamuk memang menjadi pengganggu, apalagi jika menghisab darah dan menyebabkan gatal di bagian kulit. 
Saya pikir karena terkena alat pembunuh tadi nyamuk tersebut sudah mati, tapi ternyata  nyamuk tersebut masih hidup. Ketika saya pukul, nyamuk tersebut berhasil menghindar dan terbang. 
Beberapa saat saya mengamati nyamuk tersebut yang hinggap didinding atas kelambu kamar. Tak berapa lama nyamuk tersebut jatuh, kemungkinan karena tenaganya sudah berkurang karena terkena alat pembunuh.
Saya kira nyamuk itu menyerah namun nyatanya nyamuk itu berusaha terbang dan hinggap didinding lagi. Jika saya hitung jatuh bangunnya kurang lebih hingga 5 kali. Sampai pada akhirnya nyamuk tersebut bisa terbang lagi dan keluar dari kamar. 
Dari sang nyamuk kita dapat mengambil pelajaran. Apabila nyamuk saja tetap berusaha terbang meskipun sudah lemah dan terkena serangan, seharusnya manusia yang jauh lebih sempurna (berakal) tidak cepat putus asa dan selalu berkhusnudzon dalam hidupnya. Tentu sebelum kita pasrahkan takdir kita, alangkah lebih baiknya jika kita berusaha sekuat tenaga,lalu berdoa dan hasilnya baru kita serahkan pada Allah Swt. 
Kita sebagai umat muslim tidak boleh menggantungkan hidup kita pada orang lain atau bahkan mengharapkan uluran tangan orang lain. Ingat sebaik-baik penolong adalah diri kita sendiri.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pembawa Acara Kajian

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bismillahirrohmanirrohim, alhamdulillahirobbilalamin.Robbissrohli shodri wayassirli amri wahlulu uqdatam millisani yafqohu qouli.  Selamat sore Bapak, Ibu warga perumahan Tirto Penataran Asri  yang saya hormati. Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya sehingga kita dapat berkumpul bersama dalam rangka Siraman rohani dan buka bersama.  Tidak lupa sholawat dan salam kita haturkan kepada junjungan kita nabi Agung Muhammad Saw.yang kita harapkan syafaatnya di yaumul qiyamah kelak. Amiin  Pada sore yang berbahagia ini, izinkan saya menyampaikan penghormatan dan ucapan terima kasih kepada: Yang Terhormat Bapak alim Ulama'  Yang saya hormati Para Tokoh Masyarakat dan Tokoh Pemuda Serta seluruh warga muslim/muslimah  perumahan Tirto Penataran Asri yang berkenan hadir Saya, Rino Wiraguna Rahman, akan memandu jalannya acara malam ini. Izinkan saya menyampaikan susunan acara malam tirakat...

Roti Bakar Mas Farel

Beberapa hari ini saya penasaran dengan gerobak roti bakar yang baru buka diperempatan desa sebelah. Sebagai pecinta kuliner dan jajanan saya sempatkan diri untuk mampir dan membelinya.  Ketika motor berhenti, saya disambut seorang wanita yang saya kira adalah penjual.  Wanita tersebut bertanya, "Mbak ngersakne ingkang varian nopo?"  Sejenak saya memperhatikan menu-menu roti bakar, lalu kembali bertanya "menawi original isine nopo nggih Bu?" "Ingkang original susu mbak".  Ketika hendak bertanya lagi wanita tersebut berjalan ke belakang dan memanggil seseorang. Ternyata ibu tersebut memanggil anaknya yang masih remaja untuk melayani pembeli.  Dalam hati saya kaget, kok anak kecil disuruh melayani pelanggan.  Saya masih tidak percaya kalau yang melayani saya adalah seorang anak remaja. Akhirnya saya putuskan untuk mencari jawaban dari rasa penasaran saya.  "Mas, yang jualan sampean?"  "Iya Mbak, saya yang jualan"  "Saya kira ibunya s...

Stay Here

Pertemuan adalah gerbang menuju perpisahan. (Wira Nagara) Sepi, detik pada jam dindingpun seakan mengerti bahwa hidup ini akan terus melaju bahkan tanpa bertanya kabar kita pada hari ini. Aku mulai menyadari bahwa hidup akan terus berjalan, bertemu dengan pengalaman baru, tempat baru dan orang-orang baru.  Aku siap menghadapi itu semua, tetapi terkadang aku rindu pada beberapa orang yang dulu pernah sangat dekat bahkan sudah kuanggap sebagai saudaraku.  Sekarang  satu persatu dari mereka pergi, ada yang diluar kota, merantau ke pulau lain bahkan ada yang beda negara. Aku bahagia karena akhirnya mereka meraih apa yang mereka cita-citakan, tapi aku juga sedih mengingat bahwa mereka tidak akan bersamaku, mereka telah pergi terpisah jarak yang cukup jauh denganku. Kadang aku berfikir, tidak apa mereka disana, yang terpenting kabar mereka baik-baik saja. Aku teringat sebuah buku "Destilasi Alkena" karya Wira Nagara ,yang salah satu kalimatnya mengena di hati  "Setabah apa...